Resensi Film

Entries from January 2009

City of Ember

Saturday, January 18, 2009 · 13 Comments


Para Pemain : Bill Murray, Tim Robbins, Saoirse Ronan, Harry Treadaway, Mackenzie Crook, Tom Hanks, Gary Goetzman
Sutradara : Gil Kenan
Genre : Science Fiction/Fantasy
Release : 10 Oktober 2008, wide

Cerita di awali dengan adegan seorang Walikota dan rekan-rekannya yang mengaktifkan waktu pada kotak besi yang berisi rahasia kehidupan. Kotak besi itu di aktifkan waktunya mundur dari 200 tahun. Dari tahun ke tahun kotak misterius itu berpindah tangan dari Walikota lama ke Walikota yang baru, hingga mata rantai itu terputus pada pergantian Walikota yang kesekian kalinya dan perhitungan waktu yang di set 200 tahun tadi telah habis menjadi 0 (enol). Kotak besi misterius itu di abaikan saja tanpa ada yang membuka untuk mencari tahu ada apa di balik kotak besi itu. Hingga pada suatu hari nanti ada seorang gadis yang mengetahui rahasia di balik kotak besi misterius itu.

Hari ini adalah hari penentuan pekerjaan bagi lulusan murid-murid sekolah Ember. Lina (Saoirse Ronan) terlambat pada acara pelantikan itu, tapi dia cerdik diam-diam ia menyelinap lewat pintu belakang panggung sehingga tidak diketahui oleh siapa pun kalau dia terlambat. Tibalah saat penentuan pekerjaan. Pemilihan dilakukan dengan jalan lotre. Para siswa/siswi diharuskan mengambil secarik kertas yang diletakkan dalam kantong. Harapan Lina ingin menjadi pengantar pesan, tapi keberuntungan tidak berpihak. Lina terpilih menjadi mekanik pipa di mana pekerjaan itu bertugas memperbaiki kerusakan jaringan pipa yang menopang kehidupan seluruh warga Ember bawah tanah.

Disisi lain, Doon (Harry Treadaway) berharap ingin menjadi mekanik generator tapi keberuntungan juga tidak berpihak. Doon terpilih menjadi pengantar pesan pekerjaan yang di harapkan Lina. Akhirnya mereka sepakat bertukar pekerjaan meski Doon tidak mendapatkan pekerjaan seperti yang di inginkan. Menjadi mekanik pipa lebih baik ketimbang pengantar pesan yang menurut Doon tidak pantas bagi dirinya.

Lina begitu bersemangat menjalani tugas sebagai pengantar pesan kepada semua rakyat Ember yang membutuhkan. Membawa pesan penting kepada orang yang penting termasuk Pak Walikota (Bill Murray). Di rumah tinggallah Nenek Lina yang pelupa dan Adik lina yang bernama Poppy. Ketika kotak itu di ketemukan Nenek Lina begitu senang karena didalam kotak itu terdapat petunjuk yang sangat penting. Tapi Nenek sudah tidak bisa mengingat lagi apa isi dari kotak tersebut. Sampai akhirnya Nenek meninggal karena sakit dan Lina belum memperoleh jawaban apa isi dari kotak itu.

Lina menyelidiki kotak itu mencari tahu apa rahasia di balik kotak hitam yang kusam itu. Dibukalah kotak itu dan Lina menemukan secarik kertas bundar yang sudah sobek-sobek. Lina mencoba menggabungkan potongan-potongan kertas itu untuk mencari tahu petunjuk apa yang tertulis di dalamnya. Lina meminta bantuan pada Doon hingga pada suatu hari mereka berhasil menemukan petunjuk yang tertulis di dalamnya lengkap. Mereka kompak dalam kerja sama demi memecahkan teka-teki untuk bebas dari kota Ember yang kelam.

Dalam misi itu Doon juga menemukan ruang rahasia dalam jaringan pipa yang pada peta telah di hapus gambarnya. Ternyata mereka menemukan Pak Walikota yang berada dalam ruangan rahasia yang penuh dengan persediaan makanan. Lina melaporkan hal itu kepada penasehat Walikota tapi apa? ternyata penasehat Walikota sudah mengetahui hal itu dan Lina di seret ke ruangan Pak Walikota untuk di interogasi.

Ketika Lina sedang di interogasi, Pak Walikota melihat sesuatu yang disembunyikan Lina di balik jubahnya. Ternyata Pak Walikota mengetahui kalau yang disembunyikan di balik jubahnya itu adalah kotak besi seperti yang ada pada lukisan para Walikota pendahulu. Merasa kotak itu sangat berharga Pak Walikota merebutnya dengan paksa. Dalam waktu bersamaan Lina melihat pasangan kunci yang di milikinya ada pada saku Pak Walikota yang di rantai. Seketika itu lampu padam Lina langsung kabur dan merebut kunci dari Pak Walikota yang ada di saku jas bagian depan.

Lina lari sekencang-kencangnya mencari tempat sembunyi di dalam rumah kaca. Mengetahui hal itu Doon langsung menjemput Lina di tempat persembunyian yang telah diberitahukan Lina. Lengkap sudah petunjuk yang didapatkan. Kunci yang baru di dapat di pasangkan dengan kunci yang dimiliki Lina Doon langsung mengetahui petunjuk berupa simbol yang tertera pada kunci setelah kunci di satukan. Karena Doon pernah melihat simbol itu pada ruang generator tempat dia bekerja di jaringan pipa bawah tanah, sehingga tidak perlu lama untuk menuju ke tempat itu.

Sebuah misteri telah terkuak, dengan mengikuti petunjuk yang telah terbaca satu persatu mereka berhasil memcahkan teka-teki yang misterius itu. Berhasilkah mereka keluar dari kota Ember yang sangat pengap itu? Berhasilkah mereka menemukan dunia luar yang ada di permukaan bumi? Tonton segera film menegangkan berjudul “City of Ember” di bioskop kesayangan anda.

Film “City of Ember” sangat bagus aku suka dengan film fiksi ilmiah. Kita disuguhi adegan-adegan yang membuat otak kita berfikir selama menontonnya. Kejadian yang sangat mengejutkan adalah hadirnya binatang pengerat bawah tanah sejenis tikus raksasa. Dilihat dari bentuknya mirip tikus tapi mulutnya berupa moncong gurita, sungguh binatang yang aneh untuk di tampilkan. Sebagus-bagusnya film pasti ada kelemahannya juga tapi itu semua tidak mengurangi nilai ceritanya. Kalau kalian penasaran tonton saja tidak rugi di jamin puas. Selamat menonton.

Categories: Hollywood · Movie
Tagged: , ,

Perempuan Berkalung Sorban

Tuesday, January 27, 2009 · 13 Comments

Para Pemain : Revalina S. Temat, Joshua Pandelaki, Widyawati, Oka Antara, Reza Rahadian, Francine Roosenda
Sutradara : Hanung Bramantyo
Produser : Hanung Bramantyo
Penulis : Hanung Bramantyo, Ginatri S. Noor
Produksi : Starvision
Jenis Film : Drama

Film bertemakan Islam kini kembali di rilis oleh sang Sutradara handal Hanung Bramantyo yang baru-baru ini telah menghasilkan film Ayat-Ayat Cinta yang menjadi Box Office. Kali ini Hanung mengangkat tema tentang hak asasi manusia dimana hak-hak kaum wanita merasa ditindas dalam ajaran agama Islam.

Film mengambil setting pondok pesantren Al Huda di Jawa Timur, di mana seorang perempuan bernama Anissa (Revalina S. Temat) putri dari kyai Salafiah pendiri pondok pesantren Al Huda merasa hak-haknya tidak di hargai di mata kaum lelaki. Dan dia ingin merubah semua anggapan itu dan bebas bagaikan burung yang terbang di langit.

Dalam pondok pesantren itu para santri di ajarkan ilmu-ilmu tentang hidup berdasarkan agama Islam. Bagi Ayahnya Anissa ilmu sejati dan benar hanyalah Qur’an, Hadist dan Sunnah. Buku modern dianggap menyimpang. Annisa merasa bosan dengan ajaran yang merasa menyudutkan kaum wanita.

Satu-satunya teman Annisa yang mengerti akan dirinya adalah Khudori (Oka Antara) yang tak lain adalah Pakleknya (Paman dari pihak Ibu) sendiri. Hari-hari Anissa begitu bahagia kalau bersama Khudori, Anissa merasa terhibur dan mendapat ilmu baru bersama Khudori. Diam-diam Anissa jatuh hati dengan Khudori, tetapi Khudori menyadari hal itu karena dirinya merasa tidak pantas bersanding dengan keluarga Kyai Salafiah.

Sampai akhirnya Khudori memutuskan sekolah ke Kairo demi melupakan cintanya, dari sinilah awal mula cinta Anissa terputus. Anissa diam-diam mendaftarkan diri kuliah ke Jogja dan di terima. Tapi Ayahnya bersih keras tidak mengijinkan Anissa untuk melepas anak gadisnya sendirian tanpa ada muhrimnya, dengan alasan nanti bisa menimbulkan fitnah.

Akhirnya Anissa di nikahkan dengan Samsudin (Reza Rahadian) putra dari Kyai pendiri pondok pesantren Salaf terbesar di Jawa Timur yang sering membantu pondok Ayah Anissa. Meski Anissa menolaknya tapi pernikahan tetap harus di langsungkan. Sebelum menikah sifat dan watak Samsudin baik-baik saja. Setelah menikah teryata Samsudin tak ubahnya laki-laki hidung belang, yang akhirnya belang suaminya ketahuan juga saat Kalsum (Francine Roosenda) hadir dalam kehidupan rumah tangga mereka dalam keadaan hamil.

Anissa di pertemukan lagi dengan Khudori dan keduanya sama-sama saling mencintai. Hati Anissa berontak ingin minta cerai tapi tidak terkabul. Lalu Anissa menemui Khudori di kandang kuda meminta Khudori untuk menodai dirinya dengan alasan bisa cerai dari suaminya yang biadab itu. Tapi Khudori menolaknya dia masih berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dan masih menghormati Perempuan.

Kejadian itu di pergoki oleh Samsudin sendiri, karena dia sudah menaruh curiga dari awal. Samsudin menyeret kedua Insan berlainan jenis itu di hadapan para Santri dan Kyai. Samsudin menuduh istrinya berselingkuh dengan Khudori dan Samsudin meminta keadilan menurut hukum Islam yaitu menghujam pasangan yang berselingkuh dengan batu. Seketika itu Ayah Anissa meninggal karena serangan Jantung.

Anissa melanjutkan hidupnya seorang diri ke Jogja meneruskan cita-citanya yang belum tercapai. Dia ingin merubah pondok pesantren menjadi pondok modern, yang santrinya tidak belajar Ilmu-ilmu Islam yang dirasa sangat menyudutkan kaum perempuan. Dia ingin santrinya menjadi modern dalam dunia pendidikan dan dalam mengarungi bahtera kehidupan.

Lagi-lagi Anissa dipertemukan dengan Khudori. Memang kalau jodoh itu tidak lari kemana-mana. Niat Anissa yang ingin hidup bebas dari kenangan masa lalu ternyata tidak bisa dipungkiri karena Khudori hadir dalam kehidupan Anissa lagi. Akhirnya Khudori melamar Anissa dan Anissa menerima lamaran Khudori yang jelas-jelas Anissa mengharapkan Cinta Khudori dari dulu.

Mereka hidup bahagia tapi dalam kehidupan Sex nya Anissa merasa trauma karena pada saat menjadi Istri Samsudin pernah terjadi pelecehan Sexsual. Sehingga mengganggu kejiwaan Anissa. Tetapi lambat laun perasaan itu hilang dengan sendirinya berkat nasehat sang Suami tercinta.

Akhirnya pasangan serasi itu dikaruniai seorang putra. Demi menjaga keselamatan bersama mereka pulang kampung ke rumah orang tuanya yang ada di pondok pesantren. Belum tenang hati Anissa untuk bahagia hadirlah Samsudin mantan Suami Anissa yang sekarang menjadi rentenir (menagih hutang) di pondok yang sekarang di urus oleh kakaknya sejak Ayahnya meninggal. Karena untuk mencukupi biaya pondok tidak bisa mengharapkan dari ladang tebu yang dikelolanya akhirnya kakaknya hutang ke Samsudin.

Anissa tidak betah lagi tinggal di rumah orang tuanya karena setiap saat masih ketemu mantan suaminya yang membuat dia menjadi teringat masa lalu terus. Anissa meminta kepada Suaminya untuk segera meninggalkan pondok dan kembali ke Jogja.

Besoknya Suami Anissa segera berangkat membeli tiket kereta untuk kembali pulang ke Jogja. Dalam perjalanan untuk membeli tiket Khudori kecelakaan terjatuh dari motor dan dari arah belakang ditabrak oleh pengendara mobil yang tidak bertanggung jawab. Khudori meninggal seketika di jalan. Anissa tak kuasa menahan tangis. Dia sudah kehilangan orang yang di cintainya untuk yang kedua kalinya.

Apakah Anissa bisa meneruskan kihidupannya bersama putra tercinta? Apakah Anissa bisa mewujudkan impiannya untuk menjadikan pondok modern? Temukan jawabannya dalam “Perempuan Berkalung Sorban” di bioskop kesayangan anda.

Penampilan Revalina sungguh aku acungi jempol. Salut buat Revalina. Selain parasnya yang Cantik aktingnya sungguh sangat memikat penonton. Kalau kita jeli kita bisa menemukan Hanung Bramantyo sang sutradara sebagai pemain figuran yaitu sebagai pak pos di kantor pos. Cerita sangat bagus ada hawa segar dalam perfilman Indonesia yang sebelumnya telah di dominasi film horor. Film bertemakan Islam sangat cocok buat panutan karena di dalamnya terkandung nilai-nilai kehidupan. Semoga berikutnya menyusul film-film bernafaskan Islam yang sarat dengan ajaran-ajaran moral. Selamat buat Hanung Bramantyo Semoga sukses.

Selamat menonton…

Official Site on www.21cineplex.com

Categories: Indonesia · Movie
Tagged: , , , , ,