Kali ini, lawatanku untuk yang ke dua kalinya ke kota Solo-Jogja. Aku berangkat dari Jombang hari selasa tanggal 11 Jam 09:15 wib naik motor kesayanganku. Awalnya aku merasa ragu-ragu apakah aku bisa dan kuat untuk meluncur ke kota Solo-Jogja seorang diri, karena dua tahun lalu aku bersama adik sepupu ku yang kuliah di UNS Solo. Tapi akhirnya aku sampai juga di Solo tepat jam 13:00 wib seorang diri. Aku masih dalam keadaan setengah tidak percaya sambil duduk di sofa teras depan kost, yang mana dua tahun yang lalu sofa itu belum ada. Aku terbengong-bengong sendiri masih belum percaya kalau aku menempuh perjalanan sejauh ini. Mungkin perjalanan yang paling jauh yang selama ini aku lakukan cuman Jombang-Surabaya dengan jarak 87 kilo. Tidak terasa, dua tahun sudah terlampaui dan aku sekarang telah memeluk Solo ku yang telah mengukir sejuta kenangan dalam asa dan mimpi-mimpiku.
Jam sudah menunjukkan pukul 16:00 aku segera bersiap-siap untuk berangkat menuju kota Jogja di mana ke tempat yang aku tuju untuk interview. Tapi kali ini aku tidak sendirian aku diantar dengan adik sepupuku sampai ke Jogja. Cuaca kali ini tidak begitu bersahabat, tidak seperti waktu aku berangkat dari Jombang cuaca sangat cerah sekali, kami kehujanan di Klaten dan jas hujan yang kami bawa cuma satu stell. Terpaksa kami berteduh dengan sedikit basah kuyup akibat kehujanan.
Akhirnya sampai juga di kota Jogja jam 18:00 wib. Aku langsung menghubungi temanku yang baru dan sama sekali belum pernah aku temui tapi akui sudah cukup lama mengenalnya lewat dunia chat di Mig33 dimana Mig33 adalah aplikasi chating yang disediakan oleh pihak ketiga. Disinilah fungsi teman yang sangat nyata dan nampak sekali. Dimana seorang teman yang sangat membutuhkan bantuan dan disitu dia siap memberikan bantuan yang dibutuhkannya. Aku memberitahukan kalau posisiku di AMPLAZ alias Ambarukmo Plaza. Dengan hujan-hujanan dia menjemput kami di AMPLAZ dan langsung menuju ke daerah Kejayan yang letaknya tidak jauh dari AMPLAZ. Adik sepupuku langsung pulang naik bus menuju kota Solo dan aku menginap di tempat kost teman baruku itu selama tiga hari untuk mengadu peruntungan nasib yang selama ini tidak jelas.
Selesai sudah tiga hari yang aku lewatkan untuk interview. Hari Jum’at tanggal 14 aku pamitan pulang ke Solo. Sungguh kebaikan yang tak ternilai harganya, yang telah sudi memberikan tumpangan secara cuma-cuma. Aku berhutang budi padamu. Akan aku ingat selalu kebaikanmu friend. Nice to meet you. See you next again. Thanks you very much.
Aku kembali ke kota Solo dengan mengandalkan feellingku. Menyusuri jalan-jalan yang berliku menuju kota Solo yang tidak tahu jalan sama sekali, sangat asing bagiku melewati jalan yang baru aku kenal. Seperti yang terjadi di Jogja aku juga mengandalkan naluri travelingku. Alhasil aku bisa menguasai jalan-jalan yang baru pertama kali aku lewati di jalan-jalan kota Jogja. Suatu kebanggaan tersendiri bagiku.
Akhirnya aku sampai juga di kota Solo dengan sedikit bertanya sana-sini. Aku langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Badan menjadi segar kembali pegal-pegal terasa hilang dengan sendirinya. Malamnya aku diajak adik sepupuku ke acara Sekaten di Keraton kota Solo. Wow pemandangan yang belum pernah aku saksikan. Seperti pasar malam, tapi beda dengan yang sudah pernah aku lihat. Di sini penjualnya sangat banyak sekali begitu pula dengan pengunjungnya, seperti lautan manusia nyaris tidak ada celah untuk lewat.
Lawatan ke Solo kali ini agak beda, tepatnya hari ke-5 pada hari Minggu tanggal 16, aku di ajak adik sepupuku berkunjung ke rumah pacarnya di Sala3. Sambil menyelam minum air (kembung dong) tanpa menyia-nyiakan kesempatan itu sekalian aku main ke rumah sahabat baruku lagi. Teman kenal chating lagi di Mig33. Memang punya sahabat banyak itu tidak rugi yang ada kita bisa jadi tahu berbagai hal tentang informasi pengetahuan dan teknologi. Jadi bisa sharing mengenai masalah-masalah yang sedang heboh di bicarakan oleh masyarakat umum. Saling membantu dan saling membutuhkan.
Tiba di kota Sala3 sekitar jam 11:00 wib tepatnya di samping DAMATEX. Aku langsung menuju arah kota yg jaraknya sekitar 5 menitan. Aku menunggu di belakang Ramayana Sala3 seperti kesepakatan janji kita berdua untuk ketemu di belakang Ramayana. Lumayan lama juga nunggunya, tapi akhirnya Dia nongol juga. Aku tidak langsung mampir ke rumahnya, tapi aku minta ke tempat obral buku Gramadia di gedung GPD Sala3 yang dari tadi aku lihatin sambil menunggu temanku tadi. Wow… Ternyata benar, buku yang di obral lumayan murah dari pada harga bandrol aslinya karena sudah di diskon. Aku tidak melewatkan event itu begitu saja, aku membeli buku satu karena kebetulan ada yang aku cari. Setelah itu aku mampir ke rumahnya dan pulang dari kota Sala3 sekitar jam 16:00 wib. Aku pulang dengan perasaan gembira karena mendapatkan pengalaman yang tak kan pernah aku lupakan seumur hidup. Dengan guyuran air hujan yang membasahi Sala3 aku perlahan-lahan menjauh menuju arah kota Solo. Kapan aku bisa ke kota Sala3 lagi? kota yang telah membuatku jatuh hati dengan pemandangan gunung yang bekelok-kelok. Maybe next time l have a chance to go Sala3 city.
Hari senin pagi sekitar jam 10:00 wib aku pulang menuju kota Jombang. Dengan perasaan berat sekali aku meninggalkan kota Solo yang telah mengukir sejuta kenangan. Selama dalam perjalanan pulang aku menulis kisah ini untuk mengusir kejenuhan dan rasa berat meninggalkan Kota Solo yang aku rasakan.Tak terasa motor yang aku naiki sudah sampai di Kota tercinta Jombangku kira-kira jam 19:00 wib. Aku langsung membersihkan diri dan meluruskan badanku di atas surga mimpiku. Aku berharap suatu saat nanti impianku yuang melayang-layang akan tercapai dan aku bisa meraih itu semua. Good Night my friends. See you next tomorrow. I always miss you.